Dan saya pun bercerita


My passion..?
Thursday September 18th 2008, 8:50 am
Filed under: Hidup

Setelah saya menulis posting saya sebelumnya, saya mulai berpikr apa sih sebenarnya yang menjadi passion saya…sampai saat ini saya merasa ada beberapa area yang bisa jadi merupakan passion hidup saya walaupun saya belum benar-benar fokus mengejar passion saya

…saya masih cukup enjoy mengerjakan apa yang saya kerjakan sekarang, bisa membuat sesuatu yang belum ada menjadi ada, bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang dan strata, dari tingkat supir truck, supir taksi, sampai para petinggi yang kerap muncul di surat kabar yang saya baca , bahkan berkesempatan untuk dikenal dunia luar akan apa yang saya kerjakan.

HANYA, terkadang pada saat berpikir akan semua liability yang harus saya tanggung dan problematikanya , membuat saya selalu berpikir ulang.. Terlebih pada saat saya sedang banyak beban pekerjaan, istri saya suka berkomentar:

“Apa sih yang kamu cari ? Mending kerja jadi kroco mumet, toh Insya Allah tidak akan kekurangan, walaupun mungkin ga berlebih juga, dari pada harus pusing dengan segala liability yang harus kamu tanggung.. ”

Dan saya hanya menjawab:
“Yah, Tuhan menciptakan kita dengan peran masing-masing, mungkin Tuhan berkehendak ini jalan buat saya, kan saya masih punya 5 tahun kan?”

Ketika saya menolak tawaran kerja di perusahaan multinasional sebagai karyawan biasa dan memilih pekerjaan saya sekarang yang tingkat uncertainty nya lebih besar, saya memang ada deal dengan istri saya bahwa saya punya waktu sampai umur 35th untuk meng eksplor semua kemungkinan sebelum get really settled….walaupun kayanya saya sudah tercebur cukup dalam sekarang ini…

Meskipun demikian, sejauh ini sih masih saya masih menganggap apa yang saya kerjakan sebagai plihan saya yang terbaik untuk saat ini.

TAPI, ketika saya ditanya apa mimpi saya…saya masih akan menjawab, menjadi dosen, punya sekolah dan restoran….agak nggak nyambung dengan yang saya kerjakan saat ini hehe…:p

Dosen, karena I was once a teacher and I really enjoy doing it…punya sekolah, karena saya punya mimpi menyediakan pendidikan berkualitas dengan harga terjangkau, restoran, just simply for fun punya tempat untuk sekedar kongkow dengan teman dan kerabat sambil makan-makan yang enak…Kapan ya saya bisa benar2 fokus mengejar passion saya….? :)



Life is all about making choices…
Wednesday September 17th 2008, 12:31 pm
Filed under: Uncategorized

Suatu hari di pertengahan 2006, sepupu jauh saya, seorang art director dan penulis yang sangat berbakat datang ke kantor saya, saat itu saya masih seorang project manager cupu cupu dengan meja kerja yang sangat sederhana di kantor yang menyerupai rumah di bilangan tebet…

All of a sudden, sepupu saya menunjuk tray surat saya yang berlabel in dan out dan dia pun bertanya

“apa sih maksudnya in dan out?”

Setengah tidak percaya dengan pertanyaan nya saya pun menjelaskan fungsi tray tersebut..sangat tidak masuk akal saya, bahwa pertanyaan itu keluar dari seorang yang mempunyai intelektual dan berpendidikan tinggi seperti dia, bahkan besar dan sempat mengenyam pendidikan di luar negeri.. Jangan2 dia cuma ngetes saya untuk dapat memberikan jawaban yang lebih filosofis hehe….ternyata tidak..setelah saya jelaskan dia hanya berkata

“ooh gitu, hmmm gue nggak kepikiran gimana sih cara kerja kantoran?”;

Dalam hati saya, Damn…. alangkah enaknya tidak harus mengerti tetek bengek birokrasi dan paperwork yang selalu menguras energi pekerja kantoran seperti saya….terlebih lagi yang bagi kami pekerjaan, bagi dia lebih merupakan hobi atau passion…pwwhh how lucky he is..

Profesi pekerja seni, memang salah satu profesi yang sering membuat saya iri. Melihat betapa Huey Incognito dan George Benson begitu menikmati setiap petikan gitarnya yang mengalir sebagai ekspresi perasaan nya sangatlah menyenangkan. (yang dengerin aja enak apalagi dia yang main)…hix..hix..sayang kemarin gak nonton :( Saya membayangkan betapa enaknya mengerjakan sesuatu yang merupakan passion mereka dimana mereka dapat menuangkan isi hati dan inspirasinya dalam pekerjaan.. dan sangat menikmati apa yang mereka kerjakan, dibayar lagi hehe…belom pahalanya karena bisa bikin orang lain senang…and I believe that they do it by choice... Walaupun pasti ada juga sisi lainnya yang blm tentu enak…

Aaahh rumput tetangga memang selalu lebih hijau…:)

Tinggal pertanyaannya bagi saya apakah saya sudah mengerjakan apa yang sudah menjadi passion saya, kalau belum yah…berarti saya masih harus terus mencari atau at least kalau kondisi blm memungkinkan cari penyaluran dulu untuk passion saya… Well in my case fifty-fifty lah hehehehe … After all life is indeed all about making choices….



Miris…
Wednesday September 17th 2008, 12:28 pm
Filed under: Hidup

16/09/08..Rasanya hanya kata itulah yang dapat saya ucapkan saat saya menyimak pemberitaan surat kabar yang saya baca pagi ini…

Dua dari surat kabar yang biasa saya baca setiap pagi mengangkat hal yang sama untuk headline nya..peristiwa hilangnya 21 nyawa saudara2 kita saat berdesakan mengantri pembagian zakat dari seorang saudagar kaya di pasuruan…

Sayapun terhenyak akan betapa murahnya arti nyawa seseorang…hanya untuk sekedar uang sejumlah 10 rb - 40 rb, saudara-saudara kita di sana harus meregang nyawa…saya masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa yang mereka perjuangkan hanyalah senilai satu bungkus rokok marlboro lights menthol yang biasa saya beli tanpa pikir panjang…atau paling banter buat beli popcorn dan softdrink kala nonton bioskop yang juga selalu saya keluarkan tanpa pikir panjang…betapa mirisnya hati saya menyadari apa yang kita anggap sangat sepele, ternyata sangat besar artinya bagi sebagian saudara kita di sana..

Lebih miris lagi saat membayangkan orang-orang yang seharusnya memikirkan nasib saudara-saudara kita, lebih memilih untuk beradu jotos di depan televisi ataupun saling bantah dalam hal kasus korupsi yang menimpanya..

Dan saya pun turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga saudara2 kita di pasuruan… Innalillahi wainailaihi roji’un…



Cerita seorang Ibu…
Monday September 15th 2008, 4:05 pm
Filed under: Hidup, Keluarga

Suatu sore di pinggiran selatan kota Jakarta, seorang Ibu baru saja turun dari bajaj yang ditumpanginya. Dari raut wajahnya tampak jelas ia berusia sekitar 60-an .Dengan diiringi seorang pembantunya yang membawa seikat janur, Si Ibu akhirnya sampai di rumah setelah seharian pergi arisan dengan teman2 sebayanya. Untuknya arisan merupakan suatu momen yang ditunggu setiap bulan, bukan hanya sebagai ajang berkumpul bersama teman-teman, tapi yang juga cukup penting adalah ajang untuk mendapatkan pendapatan tambahan.

Ya…, setelah ditinggal suaminya hampir 20 tahun yang lalu, si Ibu memang tidak bisa hanya mengandalkan uang pensiunan yang tidak seberapa untuk membiayai hidupnya, untuk itu si Ibu biasa berdagang dari arisan ke arisan sekedar daster, abon, sampai dendeng sapi sambil juga menerima pesanan makanan, tumpeng dan janur, dan arisan merupakan ajang dimana ia biasa bisa mendapatkan pesanan.

Hari ini ternyata hari yang cukup baik buat si Ibu, 2 dasternya laku dengan 2 kali bayar, begitu juga satu dendeng sapi dan dua bungkus abon. Yah…, lumayan hari ini si Ibu bisa dapat untung 30 ribu rupiah dari hasil jualan. Tidak seberapa memang, tidak lebih dari harga yang harus dibayar untuk segelas kopi dingin merek internasional yang lebih banyak es nya dari kopinya. Dan yang lebih membuatnya gembira adalah seorang teman nya memberikan pesanan untuk janur pelengkap tumpeng. Untuk itulah walaupun raga tuanya sudah cukup lelah, setelah arisan di bilangan Cipete, si Ibu dan pembantunya harus ke pasar blok A untuk membeli janur di tukang langganan nya.

Sesampainya di rumah, si Ibu disambut oleh seorang anak seumuran anak SD kelas 6. Si anak berkata pada si Ibu:

Anak: ” Eyang bawa makanan apa?”
Si Ibu: ” ini ada kueh dari arisan sama tadi ada lopis kesukaan kamu tadi  beli di pasar..”
Si Anak: ” Asyik..”

Dan si anak pun dengan riang segera mengambil plastik bungkusan yang ditunjukkan oleh si Ibu..

Ternyata anak ini adalah cucu si Ibu, yang tinggal bersamanya dan dirawat olehnya semenjak ditinggal mati ibunya saat si anak masih berusia dua bulan..Dan si Ibu tau benar kebiasaan cucu nya yang susah di suruh makan dan paling suka jajan..

Tidak berapa lama kemudian si anak kembali menghampiri si Ibu:

Anak: “Yang, aku minta beliin meja karambol dong, sama bat tenis meja soalnya ada pertandingan di sekolah”
Si Ibu: “ Emang berapa harganya?”
Si Anak: ” Paling 25 ribu, di blok M”

Si Ibu pun berhitung, dari pesanan janur bisa dapat 15 ribu,ditambah hasil jualan tadi siang 10 ribu karena sisanya baru dibayar bulan depan…cukup tight..tp si Ibu tidak tega menolak permintaan cucu kesayangannya…dengan ikhlas ia berkata

Si Ibu: “Ya udah, besok kalau ke blok M kita beli..”

Si anak pun lari kegirangan..

Dan.. 12 tahun pun berlalu, si anak telah berhasil menjadi sarjana..walaupun dengan cerita yang cukup dramatis layaknya sinetron masa kini, dan dia pun bermimpi untuk lepas dari kesusahan materi yang selama ini telah membelitnya sampai terkadang mengurangi tingkat percaya diri nya…dan somehow Tuhan mengabulkan mimpinya…

Si Anak: “Yang, Alhamdulillah ada yang mau pinjemin uang buat aku sekolah lagi ambil        S2  ke luar negeri, sekolah 2 tahun, boleh ya….? Biar nanti bisa sukses dan gak susah lagi…”

Si Ibu pun bimbang, di satu sisi tidak bisa membayangkan harus menjalani  hidup sendirian tanpa orang yang selama ini sudah menemaninya selama 23 tahun…di satu sisi juga tidak sampai hati melihat keteguhan hati cucu kesayangannya dalam menggapai mimpi dan masa depan nya…kembali dengan ikhlas dia berkata…

Si Ibu: ” Ya sudah, mudah-mudahan kamu sukses dan eyang masih ada sewaktu kamu kembali, eyang cuma bisa mendoakan”

Si anak pun lega walaupun masih ada sedikit kebimbangan di hatinya…

Dan 6 tahun pun berlalu…

Tuhan ternyata masih memberikan kesempatan bagi Si Ibu dan Si anak untuk kembali bertemu, Si Anak sekarang sudah berkeluarga dan mempunyai pekerjaan yang layak, seakan dia telah berhasil menggapai sebagian mimpi-mimpinya..

Si anak pun berusaha membalas apa yang sudah Si Ibu berikan kepadanya walaupun terkadang masih pusing tujuh keliling dengan kemauan si Ibu yang mungkin karena faktor usia terkadang sulit diterima dengan logika, belum lagi kemauan keukeuh si Ibu untuk tinggal sendiri bersama binatang-binatang peliharaan nya dan pembantu yang turn-over nya hampir sebulan sekali…

Suatu hari Si Ibu berkata pada anaknya:

Si Ibu: “Umur eyang sudah 80 th, mungkin tidak lama lagi eyang juga sudah tidak ada, eyang ingin merayakan ulang tahun eyang dengan keluarga, bisa kan..?

Si Anak:“Ya..nanti kita coba kumpulkan keluarga inti kita ya…sepertinya memang sudah lama sekali kita tidak berkumpul…”

Dan..jadilah hari Sabtu kemarin SiAnak mencoba membalas sebagian keciill..dan masih sangat jauh dari apa yang selama ini sudah si Ibu berikan dengan ikhlas tanpa pamrih dengan sedikit kebahagiaan, semoga Eyang berkenan…

Selamat Ulang Tahun Eyang…semoga sehat selalu dan selalu diberi kemudahan oleh-Nya..
dan semoga kami masih diberi kesempatan untuk membalas semua yang sudah eyang lakukan sampai saya bisa menjadi seperti ini…matur sembah nuwun…



What it takes to be happy..??
Monday September 15th 2008, 3:59 pm
Filed under: Hidup

hmmm…seandainya ada orang yang bisa bikin resep instan akan judul di atas pastilah dia sudah menjadi orang yang sangat kaya dan dicari oleh semua orang di dunia ini..

Pada awalnya saya berpikir bahwa tentu setiap orang mempunyai cara yang berbeda beda dan tidak mungkin dapat di generalisir untuk mencari kebahagiaan yang hakiki..bahkan pengkategorian pemenuhan kebutuhan oleh maslov pun belum tentu bisa menjelaskan “what it takes to be happy?”

Sampai 11 September lalu, di buka puasa perusahaan yang sederhana, seorang ustadz yang masih cukup muda “berhasil”menggelitik hati saya dan mengingatkan saya akan suatu prinsip hidup yang sangat sederhana namun dalam yang menjamin kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki..(sebenernya sih saya bukan seseorang yang religius-religus amat malahan sempat mau bikin faham hedonis religius..:p)
Prinsip sederhana itu adalah: “Sumber kebahagiaan itu ada pada diri setiap individu dan hanya individu itu sendirilah yang bisa membangkitkan perasaan bahagia untuk dirinya sendiri dalam setiap situasi dan kondisi” Dan main ingredientsnya adalah: “be Positive” selalu merespon apa yang telah Tuhan berikan dengan sikap yang positif..Well, for sure it is certainly a lot easier said than done!

Dan…saya pun mulai menerawang akan semua sketsa2 hidup yang sudah saya lewati, jaman-jaman susah nggak punya uang sampe harus kerja nganter susu kedelai dari jam 6 pagi sampe jam 2 siang, kerja dari jam setengah 6 pagi - 11 malem just for the sake of uang jajan dan bayar kuliah, nguli bersihin sampah dari jam 5 pagi sampe siang untuk biaya hidup selama saya menuntut ilmu di Jerman, sampai Alhamdulillah saat ini dimana Tuhan telah “mencoba” saya dengan menganugerahkan rezeki yang cukup, keluarga yang sehat dan pekerjaan yang layak dimana saya bisa memberi arti untuk orang lain..tapi tetap selalu ada yang kurang…selalu ada yang negatif..yang menyebabkan saya selalu merasa kurang…bahakan most of the time saya selalu mengejar sesuatu konsep tentang kebahagiaan yang mungkin semu, yang tidak akan terpenuhi karena setiap saya bisa beranjak satu level maka konsep itu sudah bergerak dua level..hix..hix..

Dan.. di moment melankolis saat merenungi 30 tahun yang sudah saya lewati hanya satu hal yang terbersit di dalam lubuk hati saya..YOU’VE REALLY GOT ME..!!



30 Ish..
Monday September 15th 2008, 3:54 pm
Filed under: Hidup

30ish

3/09/2008..yup..i’m turning 30 today..:) 30 tahun sudah saya eksis di dunia ini, 30 tahun sudah saya mengecap manis, asam dan pahit getirnya hidup ini, 29 tahun dan 10 bulan sudah semenjak Tuhan memutuskan untuk memilih saya tetap hidup dan menjadi seperti ini..Terima kasih atas kesempatan yang telah Kau berikan untuk dapat menikmati hidup sampai saat ini, Terima kasih Tuhan atas semua yang telah Kau jadikan dalam hidup ini, dan ini adalah sebagian dari partitur hidup saya…



Saya pun mulai bercerita…
Monday September 15th 2008, 1:54 pm
Filed under: Hidup

Hari ini 12 September 2008, tepat satu hari sebelum ulang tahun saya ke-30. Saat ini pukul 4:53 sore hari,saya di meja kerja saya sambil memandang jalanan di kawasan kuningan di luar sana yang penuh dengan antrian mobil yang sangat padat dan membuat saya malas untuk pulang.

Sekitar 20 menit yang lalu terbersit di benak saya bahwa esok hari saya akan genap berusia 30 tahun…dan sayapun langsung terpikir akan semua yang pernah saya alami..saya coba lihat blog saya dan istri saya selama kami di Jerman yang hampir setiap hari kami update…dan saya pun tertawa, sedih , bahagia dan bersyukur

Dan..saat itu juga saya memutuskan untuk membuat rumah baru dimana saya bisa menuangkan apa yang ada di benak saya setelah melewati hari-hari panas di jakarta, cikarang dan surabaya dimana pekerjaan telah menuntut saya untuk menghabiskan hampir semua energi yang ada pada diri saya…

Dan..SAYA PUN MULAI BERCERITA